Semangat belajar yang membara dari puluhan siswa-siswi SDN 1 Werungotok. Pada hari ini, mereka tidak hanya duduk di bangku kelas, melainkan berkesempatan menjelajah sebuah tempat yang menjadi jantung pelayanan publik di Kabupaten Nganjuk : Mal Pelayanan Publik (MPP) Nyawiji.
Kunjungan edukasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman langsung kepada para tunas bangsa mengenai fungsi dan peran pemerintah dalam melayani masyarakat. Begitu tiba, raut penasaran terpancar jelas di wajah-wajah polos itu saat mereka memasuki gedung modern MPP Nyawiji yang tertata rapi.
Di bawah bimbingan guru pendamping, rombongan disambut hangat oleh petugas MPP. Dalam sesi pengantar singkat, para siswa diperkenalkan dengan konsep "Nyawiji," yang berarti bersatu atau menyatu—sebuah filosofi di balik pengintegrasian puluhan layanan dalam satu atap.
"Anak-anak, di sini tempat Bapak dan Ibu kalian mengurus KTP, KK, izin usaha, bahkan membayar pajak kendaraan. Semua ada di satu tempat agar lebih cepat dan mudah," jelas salah satu petugas dengan ramah, membuat para siswa mengangguk-angguk antusias.
Perjalanan pun dimulai. Mereka diajak berkeliling melihat berbagai loket pelayanan dari berbagai instansi, mulai dari layanan Adminduk (KTP, KK), Samsat, BPJS, hingga kantor kementerian agama dan perizinan usaha. Mereka mengamati proses pendaftaran, antrian digital, hingga interaksi antara petugas dan warga yang tengah mengurus dokumen.
Di area layanan pembuatan KTP dan KK, misalnya, siswa-siswi diajari betapa pentingnya identitas diri sejak dini. Sementara di loket Samsat, mereka terkagum-kagum melihat cara kerja petugas kepolisian dan pajak dalam melayani perpanjangan STNK. Pengalaman ini membuka wawasan mereka bahwa pelayanan publik itu nyata, modern, dan sangat penting bagi kehidupan sehari-hari.
Puncak dari kunjungan ini adalah sesi tanya jawab interaktif. Dengan keberanian, beberapa siswa mengajukan pertanyaan kritis dan polos, mulai dari "Kenapa harus ada banyak layanan di satu tempat?" hingga "Apakah petugasnya tidak lelah melayani banyak orang?". Petugas MPP menjawab setiap pertanyaan dengan sabar dan lugas, menanamkan nilai-nilai integritas, kecepatan, dan keramahan dalam pelayanan.
Melalui kunjungan ini, SDN 1 Werungotok berhasil memberikan pelajaran berharga yang tidak ada di buku pelajaran: pelajaran tentang tata kelola pemerintahan yang baik, efisiensi waktu, dan pentingnya menjadi warga negara yang tertib administrasi.
Ketika waktu kunjungan berakhir, para siswa keluar dari gedung MPP Nyawiji tidak hanya membawa bekal ilmu, tetapi juga kesadaran baru. Mereka kini tahu bahwa di tengah kota mereka, ada sebuah Mal yang tidak menjual barang, melainkan menjual kecepatan dan kemudahan dalam urusan negara. Kunjungan ini sukses menanamkan benih pemahaman tentang birokrasi yang melayani di benak generasi penerus bangsa.
